Today 23 °C
Tomorrow 30 °C
Saturday 29 °C

Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/flpialin/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

FLPI Gelar Focus Group Discussion (FGD) dan Analisis Stakeholder Rantai Pasok Sapi Pedaging.

Bogor, Juli 2017-Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) hari Selasa tanggal 25 Juli 2017 melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Analisis Stakeholder (Stakeholder Analysis). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Peternakan, Kampus IPB Darmaga,Bogor. Tema dari kegiatan ini adalah “Perbaikan Sistem Transportasi dan Peningkatan Peranan Stakeholders di Sepanjang Rantai Pasok Sapi Pedaging untuk Meningkatkan Produktifitas Ternak, Kualitas Karkas dan Daging, serta Aspek Kesejahteraan Hewan”.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan pembukaan oleh Dr.Ir.Prof Luki Abdullah, MSc Agr selaku Chairman FLPI. Prof Luki menjelaskan bahwa kegiatan FGD dan analisis stakeholder ini diadakan sebagai bagian dari proyek penelitian doktoral salah satu dosen IPB, Edit Lesa Aditia di Wageningen University, Belanda. Kegiatan ini dalam rangka memperoleh validasi data yang tinggi yang berasal dari narasumber stakeholder peternakan sapi pedaging di Indonesia, dengan harapan hasil penelitian akan menjadi policy brief sebagai masukan bagi Pemerintah.

Para peserta mengikuti kegiatan ini sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan FGD yang dilaksanakan pada sesi pertama di pagi hari dipandu oleh Dr.Ir.Burhanuddin,MM sebagai moderator. Kegiatan analisis stakeholder dilaksanakan pada sesi kedua di siang hari yang dipandu oleh Dr.Ir Ahmad Yani, S.TP,MSi sebagai moderator. Kegiatan FGD ini diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias. Jumlah kehadiran peserta FGD telah mencapai target yang diharapkan panitia.

Fini Murfiani selaku direktur P2Hnak turut berpartisipasi sebagai peserta FGD yang memaparkan bahwa setiap keputusan pemerintah akan didasarkan pada perguruan tinggi dan litbang. Fini mengharapkan hasil penelitian dapat menggunakan istilah-istilah yang sudah dipublikasi sehingga dapat lebih mudah diimplementasikan. Fini menginformasikan bahwa sudah tersedia unit kerja khusus di Ditjennak yang berjalan selama dua tahun menangani transportasi ternak dan telah melakukan koordinasi antar kementerian/lembaga antara lain dengan Kemenhub dan PT PELNI terkait Kapal Ternak Camara Nusantara. Sudah tersedia sistem informasi dan pelayanan informasi pasar dengan sejumlah 101 petugas khusus yang tersebar di 15 daerah produsen dan konsumen di Indonesia. Harga produsen dipantau secara harian dan harga konsumen menjadi early warning system oleh Kemendag.

“Ke depannya, kapal pengangkut sapi akan sama seperti kapal penumpang, harus ada manifest, shipping assurance dan insurance. Diharapkan selain Kapal Ternak Camara Nusantara, bisa ada transportasi ternak lainnya seperti kereta dan pesawat. Pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem rantai pasok sapi pedaging”. P2Hnak akan mendukung proyek penelitian PhD ini jelas Fini.

Kegiatan FGD dan Analisis Stakeholder mengundang peserta FGD yang menguasai substansi tema berasal dari kalangan akademisi yang diwakili oleh Dr.Ir Rahmat Pambudi (Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB) dan Dr Ir.Rudy Priyanto (Fakultas Peternakan IPB), pelaku bisnis di bidang feedlot sapi lokal/sapi impor (PT Lembu Jantan Perkasa dan PT Widodo Makmur Perkasa), peternak sapi lokal/sapi impor, jagal (PD Dharma Jaya), pemerintah (P2HNak Kementerian Pertanian, DKPP Jawa Barat dan Kemenhub), jasa transportasi ternak (PT PELNI) dan asosiasi Gapuspindo yang diwakili oleh Djoni Liano.

Kategori: 

Partner